Tampilkan postingan dengan label OMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OMP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Agar rapat bisa mencapai maksud dan tujuannya, hendaknya rapat harus dikelola dengan baik dan harus mengetahui tata tertib rapat yang memenuhi kriteria sbb:
  1. Tepat waktu dalam memulai rapat.
  2. Agenda rapat dirumuskan atau disusun dengan baik sehingga peserta rapat dapat mengetahui susunan acara rapat.
  3. Setiap peserta saling menghargai pendapat yang dikemukakan peserta lain.
  4. Adanya partisipasi dari peserta rapat.
  5. Bersifat terbuka, artinya bersedia menerima kritik dan saran dari peserta lain tanpa emosi. Dengan tidak melihat siapa yang berbicara, tapi setiap peserta mau mendengar pendapat orang lain.
  6. Tidak ada peserta yang terlalu dominan selama pertemuan.
  7. Perdebatan bisa terjadi tanpa harus menjatuhkan peserta lain atau emosi, namun saling melemparkan argumen yang kuat tanpa menindas yang lainnya.
  8. Setiap argumen atau pertanyaan yang diajukan disampaikan secara singkat, jelas dan lugas.
  9. Pemimpin rapat dapat membimbing acara sampai pada akhir rapat walaupun terjadi perdebatan atau pro-kontra pendapat. Jadi pemimpin rapat harus dapat mengendalikan rapat sehingga masalah dapat dipecahkan untuk mengambil kesimpulan.
  10. Selalu ada kesimpulan yang diambil berdasarkan argumen-argumen yang disetujui bersama.

1. Datang tepat waktu

Sebagai atasan, Anda wajib datang tepat waktu terlepas dari sibuk tidaknya Anda dengan urusan nonpekerjaan Bila Anda datang tdak tepat waktu, bawahan Anda akan tidak respek kepada Anda karena beralasan mereka juga bisa datang terlambat karena Anda sebagai atasannya biasa terlambat masuk kerja.

2. Reward vs. Punishment

Banyak kekecewaan bawahan kepada atasannya karena penilaian atasan yang tidak adil. Misal, Anda memberi penilaian keinerja yang sama antara bawahan yang rajin dengan yang malas. Ini biasanya memberikan demotivasi bagi bawahan yang rajin bekerja karena mereka merasa sia-sia bekerja rajin.
Untuk memotivasi bawahan, Anda harus menerapkan r

3. Tidak membawa SARA

Jangan bawa-bawa suku, agama, dan ras (SARA) saat Anda di tempat kerja. Jika sebaliknya, Anda akan mendapat “perlawanan” dari bawahan Anda yang mungkin tersinggung atas ucapan atau tindakan Anda. Bersikaplah profesional dan menyadari bahwa Ada bekerja di lingkungan kerja yang majemuk.

4. Berinteraksi dengan bawahan

Jangan hanya diam di ruangan atau kantor Anda. Jika Anda punya waktu luang, misalnya saat coffee break atau makan siang, berinteraksilah dengan bawahan Anda dari segala posisi. Saat berinteraksi dengan mereka, buatlah obrolan ringan yang memancing bawahan Anda nyaman ngobrol dengan Anda. Topik obrolannya bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun tidak.

5. Mengembangkan budaya continuous improvement

Sebagai atasan, Anda harus mengembangkan budaya continuous improvement (perbaikan terus menerus). Ini umumnya berupa upaya berkelanjutan dalam meningkatkan produk, pelayanan, atau proses.

1. Sebelum Tes Interview Perhatikan Penampilan

2. Ketuk Pintu dan Bersalaman Saat Masuk Ruangan Interview

3. Saat Interview Dimulai Lakukan Kontak Mata

4. Menjawab Tes Wawancara Dengan Jelas

5. Menjaga Emosi Ketika Interview


Cara berpakaian yang baik dalam menghadapi wawancara kerjaBerpakaian yang “baik” dalam wawancara kerja memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

1. Persiapan,
Usahkan untuk datang 10 sampai 15 menit sebelum proses wawancara berlangsung. Jangan sampai terlambat dari jadwal yang ditentukan. Sapalah setiap orang yang ada ditempat wawancara tersebut dengan ramah mulai dari resepsionis satpam bahkan sainganmu dalam recruitment itu sekalipun. Jangan lupa makan dulu sebelum anda datang ke tempat wawancara kerja. 

2. Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda.
Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini. 
3. Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis., mengkilap, ngejreng). 
4. Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan). 
5. Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).