Tampilkan postingan dengan label AMT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015



  • Langkah Pertama
    Datang ke tempat wawancara dengan tepat waktu, usahakan minimal 10 menit anda sudah berada di tempat sebelum wawancara dimulai. Dengan cara ini, Anda memiliki waktu cukup untuk menenangkan kegelisahan yang mungkin bisa terjadi sewaktu-waktu, sempatkan untuk ke toilet sebentar dan periksa kembali setiap penampilan Anda di cermin.
  • Langkah Kedua
    Pastikan nafas Anda segar. Bawalah permen atau kunyah permen karet sampai Anda tiba di lokasi wawancara. Minumlah sebelum masuk ke ruangan dan tarik nafas sejenak.
  • Langkah Ketiga
    Berdiri dan melangkah maju dengan sikap dan posisi yang benar sewaktu memperkenalkan diri kepada pemberi kerja yang potensial. Tegas dalam berjabat tangan, usahakan untuk menggunakan hanya tangan kanan saja, bahkan jika Anda kidal.
  • Langkah Keempat
    Lakukan kontak mata yang baik dengan pewawancara. Pandanglah tepat ke arah mata pewawancara Anda dan perkenalkan diri. Jika itu adalah pertemuan pertama, gunakan nama pewawancara. Misalnya, “Halo, Ibu shelly. Senang bertemu dengan Anda. Saya Rahmat.”
  • Langkah Kelima
    Responlah dalam bentuk komentar pada pewawancara Anda. Jika ia berkata, “Senang bertemu Anda,” maka Anda harus mengatakan, “Terima kasih. Saya juga senang bertemu Anda.” Bersikaplah sopan, dan ketegangan Anda akan pasti berkurang selama wawancara.
  • Langkah Keenam
    Setelah anda dipersilahkan duduk, duduklah dengan santai, ingat jangan bersandar karena itu akan menunjukan seseorang yang pemalas. Lakukan hal yang anda ketahui tentang posisi duduk yang baik.
  • Langkah Ketujuh
    Ketika pewawancara menyuruh anda untuk menceritakan diri, ceritakan diri anda dengan menyebutkan poin-poin penting yang harus pewawancara ketahui, tidak perlu anda banyak berbicara yang penting berikan penjelasan yang singkat namun tepat dan sesuai dengan apa yang ingin pewawancara ketahui dari diri anda.
  • Langkah Kedelapan
    Pintarlah membaca bahasa tubuh pewawancara, jika ia tampak gelisah, cobalah anda untuk menarik kembali perhatiannya, bisa anda lakukan dengan menceritakan sebuah kisah menarik namun relevan tentang kualifikasi anda.
1. Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang kebetulan ada kaitannya dengan hal‐hal yang menjadi kewajiban saya, maka saya …
A. Mencari kambing hitam penyebab masalah
B. Akan bertanggung jawab
C. Membiarkan masalah tetap berlangsung
D. Melihat dulu adakah orang lain yang bersalah
E. Mungkin ada pihak lain harus bertanggungjawab

2. Ketua panitia kegiatan harus membuat laporan pertanngungjawaban. Sebagai ketua, maka
Saya menugaskan pembuatan laporan kepada anak buah
Saya bersama anak buah menyusun laporan
Saya sendiri yang menyusun laporan sebab tak ingin ada kesalahan yang dibuat oleh anak buah
Laporan harus dibuat oleh sekretaris
Tim khusus harus dibentuk untuk membuat laporan tersebut

3. Jika diberikan tugas kantor yang berat oleh atasan, maka saya
Jujur mengatakan pada atasan tugasnya terlalu berat
Meminta keringanan
Meminta rekan kerja membantu
Berusaha menyelesaikan sebaik-baiknya
Menolak dan berterus terang tugasnya terlalu berat

4. Ketika berbelanja di minimarket, kasir melakukan kesalahan penghitungan. Maka sikap saya adalah…..
   A. Mengkonfirmasi untuk mendapatkan kebenaran
   B. Mengkonfirmasi jika saya dirugikan
   C. Mengkonfirmasi jika selisih harga terlalu tinggi
   D. Abaikan saja karena bukan kesalahan saya
   E. Abaikan saja karena mungkin harganya telah berubah


  Dalam rekening koran akan tampak saldo awal bulan (yang diambil dari saldo akhir bulan sebelumnya), mutasi debet, mutasi kredit, dan saldo akhir bulan (yang akan menjadi saldo awal bulan berikutnya). Dalam rekening koran juga biasanya memuat mengenai ringkasan transaksi.
 Rekening koran memuat hal yang sama dengan buku tabungan. Di dalamnya, sama-sama memuat mengenai tanggal dan sandi transaksi, mutasi debet, mutasi kredit, dan saldo. Bedanya adalah kalau buku tabungan dibuka untuk nasabah (deposan) perorangan, sedangkan rekening koran untuk nasabah corporate (entitas).